7 Tips Main ke Curug (Air Terjun) Bareng Anak-anak

Main ke curug atau air terjun itu memang mengasyikkan. Apalagi kalo curugnya masih asri, bersih, dan airnya di sekitaran dasar curug bisa dipakai renang. Anak-anak tentu senang sekali. Main air sambil berenang-renang, lalu merasakan butiran air lembut menerpa wajah akibat semburatan air terjun yang menghujam dasar curug. Mmmhh.. sejuknya.

Sebetulnya kami sekeluarga juga tidak terlalu sering main ke curug, tapi dari beberapa pengalaman kami travelling berkunjung ke curug tersebut, kami mungkin bisa share beberapa tips persiapan untuk jalan-jalan dan main ke curug. Kalo teman-teman ada tips lainnya, boleh tambahkan di kolom komen ya:

1. Ketahuilah Lokasi Curug dengan Pasti

Curug memang banyak, tapi tidak semuanya bisa dijangkau dengan mudah oleh anak-anak. Ada curug yang harus menempuh tracking 1-2 jam dulu, ini sungguh nggak cocok buat dijangkau oleh anak-anak. Nah sebaiknya cari curug yang paling lama 15-20 menit bisa ditempuh berjalan kaki oleh anak. Carilah informasi sebanyak mungkin tentang lokasi air terjun dari internet atau review lokasi di Google Maps atau bertanya kepada teman-teman yang pernah datang ke curug yang dituju. Mencari info melalui sosmed misalnya Instagram, dengan mencari berdasar hashtag dan location curug, juga bisa sangat membantu.

2. Pilih Curug Alami atau Curug yang Sudah Dikelola?

Kalo kami pribadi, demi kemudahan akses lebih memilih curug yang sudah dikelola. Selain jalannya sudah lebih ditata, misal ada undakan tangga dan jalurnya bersemen atau berbatu, fasilitas umumnya juga tersedia, misalnya toilet untuk ganti baju dan buang air. Toilet umum penting, khususnya buat anak cewe yah. Tapi jika kalian lebih menyukai curug alami, ya tidak ada salahnya juga, asal memang mempertimbangkan aspek lokasi di atas. Air terjun alami memang biasanya belum dijamah banyak orang sehingga kebanyakan akses menuju curugnya masih belum dibuat, alias masih alami seperti kondisi alamnya. Ini cukup menyulitkan anak-anak apalagi jika jalanan menuju curug bertanah dan baru saja diguyur hujan. Tentu akan menjadi licin dan berbahaya jika jalanannya curam.

3. Pergilah di Musim Kemarau

Curug arus airnya lebih bersahabat jika di musim kemarau. Curug, air terjun, dan sungai yang mengikutinya, saat musim hujan alirannya deras, kedalamannya air juga lebih dalam. Selain itu, curug di musim hujan sering kali airnya keruh karena membawa tanah dan lumpur. Mengunjungi curug pada musim kemarau juga memudahkan jalan kaki menuju curug. Selain tidak becek dan berlumpur, batu-batuan yang ada disekitar curug cenderung lebih tidak licin karena lumut yang tumbuh atau air hujan. Berkunjung di musim kemarau jauh lebih aman dari kemungkinan terpeleset kan..

4. DATANG LEBIH PAGI LEBIH BAIK

Cuaca di pagi hari cenderung cerah dan lebih hangat karena sorotan matahari. Udara pagi juga masih segar jadi buat acara jalan-jalan kita ke curug lebih bersemangat dan bikin sukacita. Curug-curug yang ada di dataran tinggi kecenderungan cuacanya akan mendung di sore hari, bahkan terkadang hujan. Datang di pagi hari jadi sebuah keuntungan. Selain curug dan air terjun yang dikunjungi cenderung lebih sepi, ini cocok untuk di masa pandemi di mana kita harus ber-social distancing.

5. Jangan Lupa Membawa Baju Ganti

Main di curug atau air terjun sudah pasti basah-basahan. Namanya anak-anak, ya pasti nggak tahan untuk segera main air. Sesudah puas main air, segera berganti baju di toilet umum atau tempat tertutup lainnya. Pada umumnya curug berair dingin dan biasanya angin di sekitar air terjun cukup kencang. Pakaian ganti mutlak diperlukan supaya anak tidak masuk angin. Membawa pakaian renang juga jadi pilihan tepat. Sesudah bermain air, anak bisa segera berganti baju. Oh ya, kalo kami terbiasa memberi anak-anak minum Tolak Angin Anak-anak (bukan endorse 😁😁) atau Antaangin Junior yang rasanya lebih tidak pedas. Oh ya, jangan lupa anak diberi makan yang cukup ya sebelum bermain. Ini juga untuk menghindar dari masuk angin.

6. Cek Dulu Kedalaman Air oleh Orangtua atau Orang yang Lebih Dewasa

Beberapa curug memiliki kolam atau danau kecil di bawah air terjunnya. Pastikan kedalamannya aman untuk anak-anak apalagi jika kalian membawa balita. Orangtua sebaiknya mengecek terlebih dahulu kedalaman curug dengan terjun ke dalam danaunya. Selain cek kedalaman ada baiknya juga mengecek curahan air terjun yang jauh. Jika terlalu kencang dan dirasa kurang cocok untuk usia anak kalian, beri peringatan kepada anak atau awasi selalu anak saat bermain air atau berendam di seputaran curug.

7. SIMPAN PERALATAN ELEKTRONIK dI DALAM KANTONG PLASTIK

Anak-anak zaman sekarang pada umumnya sudah membawa gadget atau peralatan elektronik lainnya kemana-mana. Nah, sebelum turun ke curug, sebaiknya semua peralatan elektronik yang dibawa dimasukkan ke dalam kantong plastik atau lebih baik yang ada zipper-nya dan kedap air. Ini penting sebab udara di sekitaran curug itu banyak mengandung butir-butir curahan air terjun. Tanpa kita sadar butiran itu bisa masuk ke sela-sela lubang yang ada di permukaan peralatan elektronik kita sehingga bisa muncuk kemungkinan rusak. Jaga dan berhati-hati selalu dalam penggunaan perangkat elektronik saat bermain di curug.

Ini saja 7 tips main ke curug atau air terjun bareng anak-anak. Semoga tips ini bermanfaat dan silakan berkomentar di kolom di bawah jika ada dari teman-teman yang punya pengalaman dan tips yang lain yang bisa jadi masukkan buat kita semua di sini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.