Casa Living Hotel, Staycation Unik yang Homey, Bergaya Sub Urban di Senayan, Jakarta Pusat

Trip staycation kami selama di Jakarta berlanjut menginap di salah satu hotel independen yang tidak masuk ke dalam chained hotel ternama. Buat kami, hotel-hotel independen menawarkan keunikan tersendiri dan memberikan pengalaman stay yang berbeda, yang tidak bisa dirasakan saat menginap di chained hotel.
Yang belum sempat mengikuti cerita trip staycation pertama kami saat di ibukota sebelum ini, bisa baca di sini.

Salah satu hotel independen yang ada di Jakarta Pusat adalah Casa Living Senayan. Lokasinya dekat dengan kawasan stadium olahraga Senayan dan seputar area sentral bisnis Ibukota, yaitu Jalan Jendral Sudirman dan Kuningan. Bagi teman-teman yang punya urusan pekerjaan di area ini sambil ngajakin keluarga nggak perlu khawatir mengenai hiburan/jalan-jalan, mal-mal besar ada di dekat Casa Living Senayan. Mal yang terbaru serta nge-hits bisa datang ke SPARK (Senayan Park Mal) yang suasananya mirip Singapore. Pilihan mal lainnya juga bejibun, seperti Senayan City, Plaza Senayan, Pacific Place, dll.

Casa Kopi

Kami tiba di Casa Living Senayan sekitar jam 1 siang. Saat itu suasana depan hotel cukup ramai. Parkiran di depan Casa Living Senayan ada dua space dan keduanya terisi penuh. Kami akhirnya parkir di basement area, nggak terlalu banyak sih kapasitasnya, sekitar 6-8 mobil dan sebaiknya memang parkir dengan posisi atret (mundur) supaya memudahkan saat nanti mau keluar dari basement.

Kami segera naik ke lantai 1 Casa Living Senayan mengunakan lift. Liftnya bukan lift besar, hanya cukup untuk empat orang tanpa koper. Tapi karena kondisi pandemi, maksimal kapasitasnya hanya dua orang. Ya, kami harus naik bergiliran.

Begitu keluar lift langsung menjumpai satu tempat ngopi dan hangout yang asyik, yaitu Casa Kopi. Casa Kopi memang satu gedung dengan Casa Living Hotel bahkan area kasirnya menyatu dengan receptionist Casa Living Hotel. Simple dan unik, efisien dalam tempat, itu biasanya salah satu ciri independen hotel.

Gaya sub urban di penjuru Casa Kopi begitu terasa, buat suasananya nyaman dan bikin betah berlama-lama nongkrong. Sebagian besar cafe juga diberi banyak tanaman hijau di dalam pot, bikin mata segar karena keasriannya di sana-sini. Nggak heran hampir di setiap jam makan siang dan sore selepas pulang kantor, Casa Kopi ramai dikunjungi buat ngobrol-ngobrol sambil ngopi atau pun mereka yang ketemuan dengan rekan atau kolega kerja.

“Mas, mau check-in atas nama James. Kak Mira yang membantu kami reservasinya” demikian tutur Lenny kepada mas receptionist karena memang untuk booking kamar kami dibantu Kak Mira selaku Marcom Casa Living Hotel. Proses check-in tidak butuh waktu lama, kami langsung saja diberi room key card di lantai 3.

Casa Living Hotel

Kamar yang kami inapi (nomor 301) di Casa Living Hotel adalah tipe King Corner Room. Luas kamarnya 20m2, dengan suasana ruangan yang mirip seperti di sebagian besar hotel, yaitu sub urban dengan kombinasi furnitur bermotif kayu natural. Ubin hexagonal yang dipilih juga menambah keunikan karena warna abunya bikin suasana netral.

Ruangan kamar tipe King Corner Room Casa Living Hotel bentuknya mirip angka sembilan. Dari pintu masuk kamar, bagian foyer-nya membelok ke arah kiri. Di foyer ini ditempatkan satu kursi kayu beralas busa, yang bisa dipakai untuk rehat sejenak setelah tiba dari luar atau untuk ngopi cantik karena di sebelahnya tepat ada meja untuk menaruh fasilitas coffee/tea maker.

Fasilitas AC di King Corner Room yang dingin mutlak ada karena setengah ruangan kamar ini adalah full kaca dan menghadap timur, jadi otomatis sorot marahari langsung menerpa kamar di pagi menuju siang hari. Tapi untungnya kamar dilengkapi gorden tinggi yang menghalang sinar panas matahari siang kota Jakarta.

Di area kamar utama, ditempatkan satu ranjang ukuran queen dengan warna mebel kayu natural. Sewaktu kami masuk kamar, di atas ranjang ditempatkan dua handuk mandi. Bantal tidur yang disediakan ada dua, plus satu bantal kecil bermotif garis yang mempercantik suasana.

Di seberang ranjang di sudut ruangan dibuat sebagai sudut meja kerja. Mejanya memang menempel ke dinding dan tidak terlalu besar. Di atas meja dipakai untuk menempatkan dua botol air mineral sebagai komplimen, remote TV, remote AC, telephone, menu FnB in room service dan facial tissue box. Yang kami suka dari meja ini, colokan listriknya juga disediakan dua colokan USB, kalau-kalau kita kelupaan membawa charger.

Fasilitas-fasilitas dari kamar tipe tertinggi Casa Living Hotel lainnya adalah free WIFI access, TV LCD 32โ€ dengan fasilitas yang nggak bakalan dilewatkan khususnya oleh kaum Milenial, Youtube dan Netflix! Tepat di samping ranjang juga terdapat lemari wardrobe untuk menaruh koper dan juga menggantung pakaian. Di bawahnya ditempatkan mini refrigerator.

Kamar King Corner Room Casa Living Hotel juga dilengkapi fasilitas bathroom dengan warm water shower. Pintu masuk bathroom tepat di samping wardrobe closet, dengan sistem pintu geser. Meski bathroom-nya tidak besar yang penting bersih. Disediakan dua dispenser berisi liquid soap dan shampoo. Sementara di wastafel disediakan odol dan sikat giginya.

Nah buat kalian yang budget-nya terbatas, bisa mencoba kamar tipe Standar Casa Living Hotel, rate-nya mulai dari 250K per malam. Luas kamar lebih kecil (12m2) tapi nuansanya sama dengan fasilitas yang mirip dengan tipe kamar King Corner Room.

Kami pikir dengan room rate yang ditawarkan, Casa Living Hotel adalah pilihan bijak untuk kelas boutique hotel yang menawarkan keunikan stay. Mana lagi ada hotel di pusat kota Jakarta yang nyaman dengan harga bersahabat seperti ini?!

Atap Rumah Cafe

Atap Rumah Cafe adalah restoran yang ada di rooftop (lantai 5) Casa Living Hotel. Cafe ini biasa dipakai breakfast para tamu hotel atau pun bisa juga untuk dine in sepanjang hari. Kisaran harga makanan dan minumannya juga cukup terjangkau, antara 30K-60K. Cuma memang kalo memesan dan membayar makanan ala carte harus ke lantai 1 dulu yah.. sebab kasirnya ada di bawah. Tapi nggak perlu khawatir, kan naik turunnya ada lift. Oh ya, Keith juga sempat memesan spaghetti bolognaise untuk makan malamnya seharga 49K nett.

Area makan Atap Rumah Cafe ada yang indoor ruangan ber-AC dengan suasana sub urban atau outdoor tanpa tudung apa-apa tapi menawarkan view kota Jakarta. Area outdoor memang lebih cocok digunakan di bawah jam 8 pagi atau sore hari jika tidak hujan, di siang hari memang rooftop ini akan panas sekali.

“Selamat pagi!” sapa mas pramusaji yang menjaga Atap Rumah Cafe. “Bapak, silakan sarung tangannnya dipakai dulu,” pintanya dengan ramah. Ya, karena menu breakfast untuk tamu Casa Living Hotel disediakan dengan sistem buffet maka otomatis wajib menggunakan sarung tangan plastik yah.. Dan si mas ga bosan-bosan mengingatkan para tamu menggunakannya jika mereka mengambil makanan untuk kedua kalinya. ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

Breakfast akan disajikan buffet jika jumlah tamu yang menginap minimal ada lima kamar. Jika kurang dari lima kamar maka breakfast akan diantar ke kamar. Menunya tentu menyesuaikan dengan kelas boutique hotel yah.. Untuk breakfast lebih dari dua orang, akan dikenakan tambahan 32,5K nett per orang dan anak usia di atas 6 tahun sudah dikenakan extra charge ini.

Tapi dari pengamatan kami menu Atap Rumah Cafe cukup banyak pilihan, dari nasi goreng, roti tawar dengan berbagai selai, telor rebus, cereal, buah-buahan dan juga bubur ayam. Kalian juga bisa request telor mata sapi atau omellete kepada waitres yang menjaga Atap Rumah Cafe. Ya, yang penting lengkap gizinya dan cukup untuk mengisi energi setengah harian.

Untuk merekap staycation kami kali ini, yuk intip video di bawah ini:

Jalan-jalan di Mal Hits

Sekedar informasi saja, jika kalian ingin window shopping atau sekedar refreshing cuci mata di sore harinya, bisa cobain jalan ke SPARK (Senayan Park Mal) yang jaraknya cuma 10 menit dari Casa Living Hotel.

Memang saat itu, SPARK belum semua tenant-nya beroperasi, masih banyak yang kosong dan sebagian besar didominasi dengan tenant restoran. Sewaktu kami ke sana, ada bazzar kuliner di area terbuka di belakang mal.

Yang menjadi daya tarik utama SPARK adalah spot-spot foto di sisi danau. Salah satu spot mirip seperti spot di Orchard Road, Singapura. Spot-spot foto yang banyak dikunjungi adalah dermaga di sisi danau. Tapi memang untuk bisa foto di area ini, kalian harus membeli dulu barang atau makanan/minuman di mal-nya. Tidak ada minimal jumlah pembelian, berapa pun nilainya bisa, tapi memang agak antre untuk bisa berfoto-foto karena banyak peminat.

Closing Review

Casa Living Hotel adalah pilihan utama untuk menginap dengan harga bersahabat tapi juga menawarkan kenyamanan dan suasana penginapan yang homey di tengah hiruk pikuk kota Jakarta. Dengan adanya Casa Kopi dan Atap Rumah Cafe, Casa Living Hotel juga memudahkan teman-teman yang ingin menginap dengan kemudahan fasilitas makan dan tempat ngopi yang cantik.

Untuk info dan reservasi bisa menghubungi:
Casa Living Hotel
Jl. Penjernihan IV No.9
Bendungan Hilir-Tanah Abang
Jakarta Pusat 10210
Telepon: +62 21 25981666
Instagram:
Casa Living Hotel klik di sini
Casa Kopi klik di sini
Atap Rumah Cafe klik di sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.