List Rest Area Tol Trans Jawa Unik dan Menarik yang Wajib Dikunjungi

Sejak dibukanya Tol Trans Jawa, banyak wilayah-wilayah yang dulunya kurang berkembang di sektor wisata, sekarang menjadi lebih dikenal dan dikunjungi oleh orang-orang luar daerah tersebut. Apalagi sejak adanya pandemi Covid-19, jumlah orang yang menggunakan moda transportasi umum berkurang, mereka cenderung menggunakan kendaraan pribadi untuk jalan-jalan antar kota. Lebih aman dan terkendali buat jaga jarak dan melakukan safe travelling.

Berkembangnya tempat wisata bukan hanya pada objek pariwisata, tapi termasuk fasilitas-fasilitas umum yang disediakan sepanjang Tol Trans Jawa. Salah satu fasilitas umum yang dikembangkan menjadi tempat wisata seperti Rest Area (disingkat Resta), yaitu tempat peristirahatan para pengguna jalan tol yang dikelola baik oleh pemerintah atau pun swasta.

Baca juga:
1. Tips Travelling Berkendara Mobil Jarak Jauh dengan Balita
2. 7 Tips Travelling Hemat Bareng Keluarga (Versi JKL Diary)
3. Berapa Usia yang Tepat untuk Mengajak Anak Traveling?

Melalui tulisan ini, kami coba kumpulkan beberapa Rest Area yang unik dan jadi favorit para pengguna jalan tol. Klasifikasi unik menurut versi kami adalah terdapat sesuatu hal yang lebih dari Resta tersebut dibandingkan Resta-resta pada umumnya, baik dari konsep, bentuk bangunan, ataupun fasilitas Rest Area. Berikut daftarnya:

Rest Area Heritage 260B – Brebes

Rest Area 260B ada di ruas tol Pejagan-Pemalang, tepatnya di km 260 jalur arah tol menuju Cirebon, di daerah sekitar Brebes. Resta ini unik karena dulunya adalah pabrik gula sisa peninggalan zaman pemerintahan Belanda, yang dibangun sejak tahun 1908 dan mulai beroperasional tahun 1913. Setelah Indonesia merdeka, pabrik gula ini diambil alih BUMN dan sempat masih beroperasi selama puluhan tahun. Namun, sejak +20 tahun belakangan tutup karena menurun produksinya sehingga terbengkalai.

Relik historik yang menarik dari bekas pabrik gula

Karena kebetulan Rest Area Heritage berada di pinggir jalan Tol Trans Jawa maka pabrik gula yang sudah tidak terpakai ini direvitalisasi kembali dan digunakan sebagai tempat peristirahatan para pengguna jalan tol. Bangunan utama pabrik gula masih dipertahankan, tentu dengan memberi penguatan-penguatan berupa tiang besi dan perbaikan bagian-bagian bangunan yang sudah tua.

Fasilitas umum Resta Heritage lengkap, dari mulai mini market beberapa brand populer, WC umum (gratis), dan foodcourt yang ada di area terbuka atau tertutup. Para pedagang makanan dan oleh-olehnya juga sebagian besar UKM setempat. Lenny tertarik membeli telor asin rebus dan asap khas Brebes, bau khas asapnya terasa lhoo..

Bagian WC Umum dari sisi luar gedung Rest Area (fasilitas ini gratis)

Karen dan Keith langsung tertarik dengan reruntuhan tungku perapian pengolahan tebu, yang memang terbentang si sepanjang bangunan Rest Area. Pengunjung memang tidak boleh masuk ke terowongan-terowongan tungku karena kondisi bangunannya tua, mudah runtuh. Tenang saja, ada pembatas peringatan dan pagar-pagar besi ditempatkan untuk keamanan.

Di bagian luar Rest Area juga ditempatkan satu lokomotif tua bekas penarik bahan baku tebu. Meski sudah tua dan tidak berfungsi, menarik untuk diamati sebagai peninggalan bersejarah. Tak jauh di lokasi lokomotif ini berdiri masjid yang bisa digunakan pengunjung umum. Kami cuma sempat foto dari luar karena waktu ke sana sudah hampir tengah malam.

Di bagian pintu gerbang utama, ada sign age neon besar bertuliskan Rest Area Heritage, sangat menonjol di malam hari. Di bangunan dekat gerbang utama ini terdapat pohon tua besar (kami nggak tahu apakah pohon ini jenis rambat atau bukan) yang menempel pada bangunan pabrik. Namun dari penampakannya, pohon ini sudah setua bangunannya.

Petunjuk peta Rest Area juga disediakan mengingat besarnya area tempat peristirahatan ini. Oh ya, yang merasa badannya pegal dan lelah, bisa cobain kursi pijat berbayar yang ditempatkan dekat mesin penggilingan tebu yang sudah tidak terpakai lagi. Mmmhh.. Pokoknya buat kalian yang suka sejarah dan bangunan tua, pasti akan menyukai Rest Area 260B.

Rest Area 456A dan 456B – Ungaran, Semarang

Kami sempat terkesima dengan kemegahan dan besarnya ukuran Rest Area Pendopo ini yang berada di km 456 Tol Semarang-Solo. Ya, memang Resta ini diklaim sebagai yang terbesar saat itu. Lokasi Rest Area-nya ada di dua sisi jalan. Resta 456A yang arah ke Solo, sementara Resta 456B yang ke arah Semarang.

Rests 456B yang di sisi arah ke Semarang punya parkiran yang luas

Yang membuat beda, Rest Area 456 dihubungkan oleh Skybridge di antara keduanya. Bentuknya mengingatkan garbarata di bandara udara. Keberadaan Skybridge ini bikin Resta makin megah dan berbeda. Sayang waktu kami ke sana, Skybridge belum dibuka untuk umum, kami hanya sempat mengunjungi Rest Area 456B, yaitu yang di sisi jalan menuju Semarang.

Skybridge masih kosong karena belum boleh diakses pengunjung

Waktu itu karena pandemi, Rest Area 456 belum semua tempat dipakai oleh tenant yang berjualan. Tapi beberapa brand populer mini market dan restoran sudah mulai buka. Kebanyakan tenant berada di lantai 1 atau 2, sementara untuk foodcourt diisi oleh pedagang-pedagang UKM yang berada di lantai paling atas, yaitu lantai 3. Untuk pembayaran makanan/minuman di foodcourt ini sebagian besar menggunakan uang elektronik dan bagusnya disediakan mesin top-up jika saldo kalian kurang.

Foodcourt Rest Area 456 semi terbuka, dimana pengunjung yang bersantap bisa sambil menikmati view pemandangan pesawahan sekitar. Oh ya, ada deck view untuk melihat pemandangan sawah sekitar dan gunung Merbabu. Asyik lhoo, suasana pedesaaan, aroma bau tanah pesawahan, serta suara-suara binatang jangkrik dan kodok terdengar.

Yang kami suka dari Rest Area 456 adalah sentuhan tradisional Jawa yang diterapkan, terutama di ubin tegel yang bermotif batik khas Jawa. Langsung deh kami nggak ketinggalan foto 😁😁😁. Fasilitas umum lainnya yang dimiliki Resta ini adalah masjid besar dan bersih yang ada di lantai 3. Toilet umum gratis tentunya juga disediakan di setiap lantai Resta yang bertingkat tiga, yang bisa diakses melalui lift atau tangga landai untuk kaum disabilitas dan lansia.

Bagi kalian yang ingin membeli oleh-oleh atau souvenir juga bisa datang ke beberapa toko retail di Rest Area 456. Menarik juga sih, kami sempat beli beberapa produk jajanan seperti getuk bakar atau makanan ringan khas Solo dan Semarang. Mmhhh.. daripada susah-sudah cari souvenir harus ke kota dulu, kan lebih baik sekalian di sini yah…

Rest Area Lainnya

Di dalam artikel kali ini, kami baru menyampaikan dua Rest Area unik sepanjang Tol Trans Jawa. Semoga ke depan kami bisa share pengalaman-pengalaman lainnya mengenai Resta lainnya yah… Kalo teman-teman pernah berkunjung ke Resta yang unik, bisa kasih info yah melalui komen di bawah. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Salam dari kami semua, JKL.

2 comments

  1. udah mampir semua heheh..
    kata orang paling serem yang di bekas pabrik gula..
    pernah mampir cuma numpang pipis jam 12 malam, kebetulan saya yang nyopir, temen-temen pada tidur pulas..
    ya udah deh pipis sendiri dalam keadaan sepi wkwkwk..

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.