Family Travelling Makin Seru Saat Terbang Bahagia Bersama Air Asia

Kami sekeluarga suka travelling (siapa sih keluarga yang nggak suka.. πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†). Buat kami berkunjung ke tempat baru yang sebelumnya belum pernah disinggahi, memberikan pengalaman yang berkesan di hati dan tak mudah dilupakan.

Nah, sejak lama hobi travelling kami sekeluarga sangat terbantu dengan adanya Air Asia. Slogan Everyone Can Fly memang tepat dikumandangkan oleh Air Asia. Kami ingat betul, tahun 2009 pertama kali kami sekeluarga bisa pergi ke Kuala Lumpur. Waktu itu kami dapat tiket promo Kursi Gratis! Wah senangnya bisa terbang ke Kuala Lumpur cukup dengan membayar fuel surcharge dan pajak bandara.

Plane 5
Penerbangan pertama kami dengan Air Asia ke Kuala Lumpur di tahun 2009. Anak sulung kami, Karen, waktu itu baru berumur enam belas bulan

Masih terekam baik di pikiran, kami berburu tiketnya sampai tunggu lepas tengah malam. Beruntung kami dapat tiket dengan harga sekitar 1,2 juta PP untuk dua dewasa dan satu bayi, itu sudah include pilihan kursi hot seat (yang lega itu lhoo..) dan bagasi tentunya.. asyiknya!

 

Pengalaman Terbang Bahagia Bersama Air Asia

Pengalaman terbang Bahagia Bersama Air Asia terus berlanjut dan bukan hanya dalam acara family travelling saja, tapi juga beberapa kali Air Asia membantu perjalanan kerja saya. Tahun 2012 kami sempat ke Singapura (dua kali malahan di tahun itu, satu untuk holiday yang lain dalam rangka job trip), lalu 2013 kami sempat berangkat ke Singapura dan pulang melalui Kuala Lumpur.

Sing 2012 di Changi
Terbang bersama Air Asia ke Singapura di tahun 2012

 

Nggak cuma penerbangan internasional, Juni 2015 kami sempat ke Malang melalui Surabaya. Lalu di November 2015 saya pergi sendirian untuk mengunjungi suatu event di Singapura. Disusul tahun 2017 ke Kuala Lumpur saat saya diberi kesempatan ke Kuala Lumpur lagi untuk menonton moto GP di Sepang. Nah yang terbaru, kami kembali memilih Air Asia untuk perjalanan family travelling kami ke Singapura dan Johor Bahru.

006s
Penerbangan kami dari Bandung ke Surabaya
AA Oct 2019 (1).jpeg
Keith yang ingin buru-buru naik ke pesawat Air Asia. Ini penerbangan kami ke Singapura pada Oktober 2019

Member Air Asia BIG Point

Sejak Air Asia menawarkan program Air Asia BIG Point kami juga nggak mau ketinggalan applied jadi member-nya BIG donk... Dengan telaten kami mengumpulkan poin BIG. Kebanyakan kami dapatkan melalui penggunaan kartu kredit bulanan kami yang bisa dikonversi ke BIG Point. Ada juga sebagian kecil poin yang kami dapat melalui penerbangan kami atau hotel mitra dengan Air Asia BIG Points. Berikut ratusan merchant yang tercatat tergabung dengan program ini, list-nya bisa dilihat di sini. Buat kalian yang belum menjadi member Air Asia BIG PointsΒ bisa mendaftarkan diri di sini atau install saja aplikasi Air Asia BIG di Playstore atau AppStore. Pendaftarannya free kok!

front page AA BIG

Sedikit demi sedikit, lama-lama jadi bukit. Dari poin Air Asia BIG Point yang terkumpul, saya sempat pakai untuk penerbangan pulang dari Kuala Lumpur ke Bandung di tahun 2015. Lalu yang terakhir kami gunakan sekitar 40.000 poin kami untuk penerbangan pulang dari Singapura ke Bandung. Kami hanya menambah sekitar 1,1 juta rupiah untuk empat tiket pesawat, sudah termasuk pajak bandara dan bagasi 25kg! Murah yah, apalagi Changi Airport sekarang khan pajak bandaranya tinggi juga tuh!

AA partner

Yang kami suka dari member Air Asia BIG Point adalah keistimewaan dan prioritas yang diberikan untuk member saat promo tiket kursi gratis atau tiket murah. Sebagai member, kalian akan diberi prioritas memesan terlebih dulu untuk mendapatkan tiket promo. Bahkan terkadang ada promo yang khusus hanya untuk member Air Asia BIG Point. Mmmhh.. asyik khan!

 

Booking Ticket 2019 Trip to Singapore & Johor Bahru

Sudah lama sebetulnya kami merencanakan trip ini, mungkin sejak akhir tahun 2018. Kami mencari-cari tiket Air Asia yang murah, entah itu keberangkatan dari Bandung atau pun Jakarta. Setiap kali ada promo Free SeatsΒ atau Fixed Point selalu kami pantau baik melalui sosmed atau applikasi Air Asia dan Air Asia BIG Point. Inilah satu sebab kami lebih memilih menggunakan aplikasi di handphone. Infografis berikut menyampaikan beberapa alasannya:

infografis.jpg

Mencarinya gampang kok. Jika sudah menjadi member Air Asia BIG Point, kalian cukup masuk melalui menu Redeem Flights, masukkan kota keberangkatan, kota tujuan akhir, jumlah penumpang (dewasa dan anak-anak), lalu tinggal klik select date (pilih tanggal penerbangan). Begitu masuk ke menu tanggal, akan muncul nilai poin penerbangan di bawah tanggal kalender penerbangan. Nah, di sini kalian bisa scroll ke bulan-bulan selanjutnya untuk mencari jadwal penerbangan Air Asia yang cocok tanggal dan harganya.

 

Jika sudah dapat jumlah poin yang cocok, kalian tinggal klik tanggalnya. Klik pertama untuk tanggal keberangkatan, sementara klik kedua untuk penerbangan pulang, lalu akhiri dengan klik tombol search. Jika kalian memilih one way ticket (penerbangan satu arah), cukup pilih tanggal penerbangan lalu klik tombol continue with one way.

 

Setelah itu, kalian akan masuk ke menu pilihan jam penerbangan. Biasanya ada beberapa pilihan point tuhh… Ada poin penerbangan promo, fixed, regular, dan premium flex, berikut perbedaan nilai poinnya untuk tiap-tiap jam penerbangan. Kalo kami fokus pada penerbangan yang promo atau fixed point. Nilai poin termurah adalah di antara keduanya. Tapi pilihan poin premium flex juga menarik karena memberikan fasilitas free bagasi sampai 20kg, free hot seat, dan meal, serta lounge access untuk penerbangan internasional yang singgah di KLIA2. Menggoda yah! 😁😁😁 Nah, kalo sudah pilih penerbangannya (baik berangkat dan pulang atau satu arah saja), kalian tinggal klik continue deh..

 

Selanjutnya akan masuk ke menu Traveller’s Info. Di sini kalian diminta memasukkan data penumpang. Jika kalian termasuk salah satu penumpang tinggal aktifkan tombol I’m Flying (saya ikut terbang). Untuk memudahkan pengisian data, kalian bisa memakai menu anggota keluarga yang diisi di menu akun utama pada halaman awal aplikasi (menu akun pribadi, masuk ke menu Fly with Family). Ini sangat mempersingkat waktu, tinggal pilih nama anggota keluarga yang ikut dalam penerbangan.

 

Selesai mengisi menu traveller’s info kalian masuk ke menu Add-Ons, yaitu tambahan fasilitas yang ingin dimasukkan dalam penerbangan. Kami paling sering tambah baggage (bagasi) dan meal (makanan di dalam pesawat). Bagasi mutlak buat family traveller sebab bawaannya khan seabreg… 😁😁😁 apalagi kalo sama anak balita. Untuk bagasi bisa pilih berat koper dari 20kg sampai 40kg. Cukup drag (digeser) gambar koper ke inisial nama penumpang yang ingin didaftarkan bagasinya. Demikian juga dengan Meal, cara pilihnya sama seperti baggage.. simple and easy! Lalu tinggal klikΒ Proceed to Payment deh...

 

Menu selanjutnya adalah Flight Summary (ringkasan penerbangan) berisi rekap jadwal penerbangan dari keberangkatan sampai kepulangan kalian. Juga dirinci jumlah poin terpakai di tiap-tiap item biaya penerbangan.

 

Step terakhir adalah payment. Tampilan menunya berisi summary jumlah poin terpakai, poin yang kalian miliki, dan sisa poin yang dibutuhkan. Nah, jika perlu sisa poin maka akan tercantum nilai uang yang harus kalian beli untuk menutupi sisa poin dibutuhkan. Tinggal bayar deh melalui beberapa channel pembayaran yang disediakan (bisa credit card, bank transfer, dll.)

 

Proses pencarian di atas adalah untuk yang member Air Asia BIG Point yang ingin menukarkan (redeem) poinnya dengan penerbangan. Sementara untuk pemesanan normal bisa mengakses di website Air Asia di sini. Proses dan alurnya hampir sama kok..

24/7 Customer Care “Tanya AVA”

Jadi singkat cerita begini… Beberapa minggu sebelum keberangkatan ke Singapura, terdapat perubahan jadwal penerbangan kepulangan kami yang tadinya jam 11.50 dimajukan menjadi jam 10.35. Info ini disampaikan Air Asia melalui telepon. Kami sempat bingung sebab di hari kepulangan, pagi-paginya kami masih berada di Johor Bahru dan harus cross border dulu ke Singapore menggunakan public bus yang dilanjutkan MRT. Jadi kalau dimajukan meski cuma sejam lebih, kami yakin akan sulit mengejar waktu check-in di Changi Airport.

Untungnya ini bukan pengalaman pertama kami melakukan perubahan jadwal dan sebetulnya kita sebagai penumpang diberi hak memilih jam dan hari penerbangan Air Asia lainnya yang sesuai kebutuhan kita, tanpa dikenakan charge tambahan. Ini sempat kami alami sewaktu penerbangan pulang dari Surabaya di Juni 2015. Karena perubahan jadwal penerbangan, kami jadi bisa menentukan waktu kepulangan yang lebih fleksibel. Nah, saat itu kami melakukan perubahan jadwal penerbangan menggunakan layanan 24 jam call centre Air Asia.

View this post on Instagram

Ketika bawaan travelling banyak, suka muncul pertanyaan: berapa sih ukuran maks koper dan beratnya yang bisa dibawa ke kabin pswt? Buat yang pertama kali naik pesawat hal2 spt ini bisa bikin grogi atau nervous. Nah, pertanyaan2 sederhana seperti ini atau bahkan yg lebih rumit seputar penerbangan @airasia, misalnya ubah waktu penerbangan atau penambahan bagasi dll. sekarang bisa ditanyakan ke virtual customer care "Tanya AVA" yang online 24/7. . Zaman dulu jika kami ingin ubah jadwal penerbangan, kami biasa telpon ke nomor customer care berbicara langsung pada operator. Tapi sekarang, cukup live chatting aja. Tinggal akses website @airasia atau buka di aplikasi @airasia lewat hape, masuk ke menu contact us dan tersedia bbrp pilihan komunikasinya. . Mau tahu cerita lengkap tentang "Tanya AVA"? yuk baca saja di https://jkldiary.life/2019/12/12/family-travelling-makin-seru-saat-terbang-bahagia-bersama-air-asia/ . #flywithairasia #bahagiabersamaairasia #airasia #noweveryonecanfly

A post shared by JKL Diary – Family Blogger (@jamesandlenny) on

Tapi ternyata, layanan call centre sedikit demi sedikit mulai dikurangi. Belasan kali kami coba telpon call centre tapi selalu nada sibuk. Air Asia sekarang mulai mengarahkan para penumpangnya untuk menggunakan layanan Tanya AVA (Air Asia Virtual Allstar). Sempat ragu untuk mencoba, ternyata mudah lhoo.. Kami tinggal klik tombol β€œTanya AVA” yang ada di kanan bawah website Air Asia akan terbuka menu chat dengan operator.

AVA 2.jpg

Di awal chatting yang menjawab memang machine operator. AVA akan mengarahkan topik pertanyaan kalian. Setelah ketemu topik yang kalian butuhkan jawaban, AVA akan menanyakan nomor booking penerbangan (6 karakter) dan nama lengkap kalian. Lalu tak lama akan dihubungkan dengan real operator. Nah dari sana kita bisa live chatting dengan operator Call Centre. Dalam kasus kami untuk perubahan jadwal penerbangan, operator mengecek persediaan kursi terlebih dahulu. Dan ternyata penerbangan selanjutnya masih tersisa kursi, puji Tuhan! Akhirnya kami bisa pindah jadwal penerbangan yang lebih sore tanpa dikenakan biaya apa-apa. Setelah confirmed, tak lama e-ticket dikirimkan melalui email. Horeee!

Oh ya selain perubahan jadwal, jika kalian punya pertanyaan lain, misal seputar bagasi, meal on board, pilih kursi, pengembalian dana, dan pertanyaan-pertanyaan lain yang sifatnya umum, chat saja. Kami yakin kalian bisa segera menemukan jawabannya.

Drama Check-In di Changi Airport

Tibalah waktu keberangkatan kami dari Bandung. Kami yang berangkat menggunakan penerbangan pertama di siang hari dari Husein Sastranegara datang agak pagi sekitar jam 9.30 untuk penerbangan jam 11.55 WIB. Karena waktu masih lama, kami memilih check-in di konter saja. Prosesnya lancar dan penerbangan pun mulus.

View this post on Instagram

Travelling keluarga kami ga lepas dari @airasia. Dan ga cuma terbang untuk liburan, beberapa kali saya (James) juga menggunakan @airasia untuk perjalanan job trip. Anak-anak, apalagi Keith yang baru beberapa kali naik pesawat, tentu senang sekali bisa merasakan pengalaman terbang #bahagiabersamaairasia. . Perjalanan terakhir kami dua bulan lalu ke Singapura yang mampir nyebrang ke Johor Bahru, juga menggunakan @airasia. Kami memilih @airasia karena masalah ketepatan waktu terbang dan juga pelayanan kru pesawat yang ramah dan prima. Kami selama ini belum pernah mengalami delay terbang dengan @airasia, maka ga heran @airasia di tahun 2019 ini dianugerahi (lagi) The World Best Low Cost Carrier dari Skytrax World Airline Awards. Ini penghargaan yang ke-11 kalinya secara berturut2. Luar biasa!! . Mau tahu cerita lengkap pengalaman kami dengan AIr Asia selama ini? Yuk kunjungi link blog kami ini https://jkldiary.life/2019/12/12/family-travelling-makin-seru-saat-terbang-bahagia-bersama-air-asia/ atau klik link di bio. #flywithairasia #bahagiabersamaairasia #airasia #noweveryonecanfly

A post shared by JKL Diary – Family Blogger (@jamesandlenny) on

Drama sesungguhnya terjadi saat penerbangan pulang kami ke Bandung. Seperti yang kami ceritakan di atas, di hari kepulangan, kami masih berada di Johor Bahru. Saat itu kami berangkat dari hotel di Johor Bahru sekitar jam 8 pagi. Kami pikir akan bisa mengejar pesawat Air Asia kami di Changi jam 14.35. Masih ada 6 jam lebih untuk perjalanan cross border Johor Bahru-Singapore. Dalam hati kami pikir akan terkejar dan masih bisa menyempatkan diri jalan-jalan di Jewel atau Terminal 4 Changi.

Perjalanan dari Johor Bahru melewati pintu Imigrasi CIQ Sultan Abu Bakar berlangsung lancar. Proses imigrasi keluar dari Malaysia terhitung cukup cepat. Namun ternyata, proses imigrasi di Tuas Checkpoint Singapura-lah yang makan waktu luamaaa… sekali. Hampir tiga jam kami harus melewati antrean panjang dan juga ada sedikit kendala pada proses administrasi. MRT dari Tuas Link ke Changi juga jauh, makan waktu satu jam lebih. Kami baru bisa tiba di Changi kurang dari satu jam sebelum keberangkatan.

Begitu keluar MRT Changi, kami langsung berlarian keluar menuju shuttle bus dari Terminal 2 menuju Terminal 4. Jantung berdebar-debar karena berlari-lari sepanjang jalan bercampur perasaan kalut takut ketinggalan pesawat. Waktu semenit serasa hanya beberapa detik! Untungnya sewaktu di Tuas Checkpoint sambil menunggu cross border bus, saya sempatkan untuk web check-in melalui aplikasi Air Asia di handphone.

 

Jadi nanti di Terminal 4, kami berharap tinggal print boarding card dan drop baggage. Tapi kenyataan berkata beda. Kami hanya punya waktu 30-an menit untuk melakukannya sebelum pesawat tinggal landas!! Apalagi kami baru pertama kali coba web check-in melalui mesin otomatis di terminal 4 Changi! Alamak! Memang sempat baca-baca sih situasi di Terminal 4 tapi di tengah kekalutan rasanya apa yang kami baca seakan buyar πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

terminal 4 check in changiairportdotcom.jpg
Area check-in terminal 4 Changi Airport yang masih baru dan modern (sumber: changiairport.com)

Kami langsung mendekati salah satu mesin check-in, sambil membaca singkat di layar mesin dan mengikuti petunjuk proses check-in. Sampai tahap input nomor booking, scan paspor berhasil, dan boarding card juga berhasil keluar. Kendala muncul di tengah kekalutan waktu bagasi kami tidak diterima saat mau drop baggage. Kami merasa tag koper kami sudah tepat, tapi tetap mesin menolak. Pasrah, akhirnya kami bertanya pada salah satu petugas wanita berjaga. Untungnya ia sigap dan ramah membantu. Ibu petugas membantu proses ulang print tag kami dan menyarankan kami menjaga jarak dengan scanner mesin. Tapi tetap tidak bisa! Si petugas mengamati boarding card kami, akhirnya dengan ramah menyarankan kami drop baggage di konter manual karena waktu yang mepet.

terminal 4 check in mediumdotcom
Mesin-mesin check-in dan baggage drop otomatis di Terminal 4 Changi (sumber:medium.com)

Kami segera menuju konter check-in manual. Petugas yang berjaga juga melihat bahwa waktu kami tinggal 30 menit sebelum keberangkatan. Seharusnya kami sudah harus berada di boarding room. Untungnya petugas konter ini juga sigap, ia langsung menelpon temannya yang bertugas di bagian bagasi bahwa ada satu bagasi tambahan menyusul. Ia langsung menerima bagasi kami dengan cekatan dan menyuruh kami segera berlari masih ke Departing Gate. β€œHurry up! You have to run quickly!”

Kami berlari tergopoh-gopoh, masuk ke Departing Gate, melalui x-ray scanner dengan cepat-cepat melepas tas bawaan kami untuk di-scan di mesin X-Ray dan segera menuju bagian Imigrasi. Beruntung petugas imigrasi mengarahkan kami ke konter rombongan keluarga, sehingga mempercepat proses pemeriksaan imigrasi. Gate Terminal kami ternyata jauh juga. Kami benar-benar kelelahan berlari sepanjang lorong terminal 4. Tapi untunglah sesampai di Gate Terminal, ternyata kami tidak ketinggalan. Masih ada beberapa penumpang terakhir mengantre untuk boarding. Selamet nih, puji Tuhan!

gate terminal.jpg
Gate Terminal 4 Changi Airport (sumber: businesstraveller.com)

Note: seluruh foto di bagian Terminal 4 Changi ini kami ambil dari sumber lain karena sudah nggak sempat foto-foto lagi πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Menikmati Penerbangan Pulang

Selesai boarding kami segera mencari cabin seat kami. Untunglah kami melakukan web check-in sewaktu di perbatasan sehingga nomor kursi yang didapat juga bersebelahan. Kami menghempaskan diri untuk melepas ketegangan. Kursi pesawat Air Asia serasa jadi lebih nyaman dan empuk πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

 

Pesawat pun take off dengan mulus. Saat berada di udara, tenggorokan baru terasa kering dan perut bergejolak. Kami yang awalnya berencana makan siang dulu sebelum terbang di Changi Airport ternyata sama sekali tidak sempat membeli makanan. Bahkan untuk sekadar jalan-jalan dan cuci mata menikmati Terminal 4 yang baru pertama kali kami singgahi. Padahal di awal perjalanan sudah rencana bikin tulisan di blog tentang Terminal 4 ini 😭😭😭

Kami akhirnya membeli Meal on Board yang dijual di pesawat Air Asia. Meski harganya sedikit lebih mahal dibanding beli secara on-line sebelum penerbangan, tapi sungguh menu SANTAN yang ditawarkan bikin mata kami berbinar. Disiapkan dalam kondisi masih hangat kami punya beberapa pilihan menu. Beberapa menu promo dijual paket dengan minum. Ya, penerbangan jadi terasa lebih asyik saat kami bisa menikmati sajian lezat di cabin pesawat Air Asia.

SANTAN Meal

Kami membeli tiga menu on board, salah satu di antaranya Uncle Chin Chicken Rice, dua lagi lupa namanya sangking lapar dan lelahnya berlarian sampe lupa kami foto πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„. Harganya sekitar 50K jika dirupiahkan. Waktu itu kami membayar dengan dolar Singapore dan mendapat kembalian dalam Rupiah Indonesia. Pokoknya ini jadi meal terenak kami selama terbang dengan Air Asia deh! 😊😊😊

 

Penutup yang ManisΒ 

Sekitar dua jam penerbangan, kami landing di Husein Sastranegara. Sungguh melegakan bisa kembali ke Bandung dan memang Air Asia yang kami pernah naikki selama ini, selalu tepat waktu. Itulah salah satu poin yang kami sukai dari Air Asia! Selalu on time! NggakΒ heran Air Asia sudah 11x terpilih sebagai The World Best Low Cost Carrier dari Skytrax World Airline Awards. Sebelas kali berturut-turut lhoo! Mantul memang Air Asia! πŸ‘πŸΌπŸ‘πŸΌπŸ‘πŸΌ Congratulations Air Asia, keep up the good work!

Skytrax 2019.jpg

Sebagai penutup kami mengucapkan terima kasih kepada Air Asia yang telah menemani kami di banyak kesempatan family travelling! Sungguh tanpa Air Asia mimpi kami menjelajah banyak tempat baru sulit untuk terwujud dan mungkin perjalanan travelling kami belum tentu berakhir bahagia.

6 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.