Stone Garden, Mutiara di Balik Pertambangan Kapur, Padalarang

Pada saat Tol Cikampek dan Purbaleunyi (Purwakarta-Padalarang-Cileunyi) belum ada, untuk menempuh perjalanan dari Jakarta-Bandung atau sebaliknya, haruslah melewati jalan biasa yang melewati kota Cianjur, lalu setelahnya kota kecil Padalarang. Sebelum memasuki Padalarang kita akan menemui di sepanjang perjalanan, tambang-tambang batu kapur bertebaran di kanan-kiri jalan raya. Kelok jalanan di pegunungan Padalarang ini seakan gersang oleh debu, asap pabrik kapur, dan kering saat kemarau melanda. Sepertinya tidak ada yang menarik di sana.

Padahal di tengah gunung kapur Padalarang yang didominasi perbukitan batu kapur putih ternyata tersimpan pemandangan alam yang menakjubkan! Itulah Stone Garden Geo Park. Lokasinya hanya sekitar 30 menit perjalanan dengan kendaraan bermotor dari pintu keluar Tol Padalarang. Untuk menemukan Stone Garden memang agak tersembunyi. Saya pun sempat kesulitan karena jalan masuk menuju lokasi tersamar oleh jalan rusak akibat dipakai truk-truk yang mengangkut hasil tambang batu kapur.

12sw
Jalan setapak dan infrastruktur di Stone Garden

Setelah bertanya kepada penduduk setempat, akhirnya saya menemukan jalan masuk Stone Garden. Berbatu tajam dan kondisi jalannya rusak tak beraspal menantang kendaraan yang kita naiki. Jika baru hujan, banyak bagian jalan tergenang air dan menjadi lumpur licin. Agak riskan jika menggunakan motor atau kendaraan sedan walau sebetulnya hanya perlu sekitar lima menit perjalanan untuk bisa masuk dari jalan raya besar ke area Stone Garden.

09sw
Selfie berlatar bukit batu kapur

Sebelum masuk area saya sempat dimintai tiket oleh penjaga area tersebut. Pada waktu itu cuma Rp. 5.000,- (sumber terbaru Rp. 10.000,-/orang) untuk area alam gunung kapur yang begitu luas. Terhitung murah yahh… Selesai memarkir kendaraan, kami pun segera menuju ke bukit atas Stone Garden sesuai papan petunjuk yang disediakan penduduk di sana. Saat berada di bawah kaki bukit sudah terlihat bahwa bukit itu dipenuhi jajaran batu dari zaman megalitik yang menonjol di banyak tempat. Wuih, keren banget dehh! Stone Garden Geo Park memang suatu keajaiban di tengah eksploitasi gunung kapur. Dari apa yang saya dengar, bebatuan di bukit ini dulunya adalah berupa danau luas yang kemudian karena adanya proses vulkanologi dan pergeseran lempeng bumi, akhirnya meninggalkan jejak bebatuan yang indah ini.

06sw
Jajaran batuan purba

Begitu kami menaiki bukit, ternyata benar, mutiara alam yang sesungguhnya terpendam di sana! Kami melihat gugusan batu yang membentuk kawasan tersebut, bercampur rumput hijau dan terkadang padang ilalang, menjadi paduan nan cantik. Di beberapa bagian, jajaran batunya menjulang membentuk pagar alam. Sementara di bagian lain tersebar rata, berbentuk bulatan batu penuh lubang, mengacak tapi terkadang membentuk pola teratur dan menawan. Di puncak yang agak tinggi, kami juga bisa melihat hamparan pemadangan sawah di pedesaan sekitar Padalarang. Saat pandangan tak terhalang kabut dan asap dari penambangan kapur, kami bisa melihat detail bentukan sawah yang dibuat para petani, diselingi oleh beberapa kawanan pohon-pohon hutan kecil. Sungguh lanskap Bumi Parahyangan yang mengagumkan!

10sw
Lanskap pedesaan di Padalarang

Waktu yang paling tepat untuk mengunjungi Stone Garden menurut kami adalah di pagi atau sore hari. Pada saat itu, kilau sinar matahari dengan sudut rendah akan memunculkan profil bebatuan yang ada. Bayangan bebatuan pun bisa menimbulkan efek magis tersendiri yang menambah keunikan taman batu ini. Dijamin teman-teman tidak akan kehabisan tempat untuk berselfie dan wefie ria. Semua sudut bisa menghasilkan foto dengan nuansa berbeda, apalagi jika dilatarbelakangi pemandangan sawah nan jauh di sana, wah mantab lahh.. Tak heran acapkali taman ini dijadikan tempat pemotreran pre-wedding pasangan-pasangan muda.

01sw
Bukit batuan zaman Megalitik

Oh ya, kalo sudah sampai di Stone Garden jangan lupa untuk naik ke puncak tertingginya, yaitu gugusan batu yang paling menjulang tinggi bertuliskan “Puncak Panyawangan”. Puncak ini sesuai namanya dalam Bahasa Sunda, punya arti memandang jauh ke depan, ini merupakan tempat yang paling pas untuk menikmati pemandangan di sekeliling Stone Garden. Tidak terlalu sulit untuk naik ke puncak, teman-teman hanya perlu hati-hati dan berpegang pada bebatuan yang ada di sekitar. Begitu sampai di puncak kalian akan merasakan angin segar pegunungan yang bertiup menambah sensasi ketinggian yang ada. Duh, sungguh tiada duanya!

07sw
Puncak Panyawangan puncak tertinggi di Stone Garden

Yuk teman-teman, yang mau merasakan suasana alam zaman purba jika mau main ke Bandung, jangan lewatkan Stone Garden ini. Dijamin kalian ngga bakalan nyesel datang ke sini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.